Selasa, 13 November 2012

Finding Reality



Gea anak baru di SMA Arthural. Dia pintar tapi cewek ini pendiam dan tidak suka dengan lingkungan barunya. Sejak pindah rumah dan masuk SMA Arthural, Gea mengalami kejadian aneh. Beberapa kali dia menerima surat-surat tanpa ada nama pengirimnya. Dia juga sering mendengar suara biola yang membuatnya merasa sedih.
Teman-teman sekolah Gea juga makin membuat Gea bingung. Ryu, ketua eskul fotografi yang wajahnya sedingin es selalu membuat Gea merasa serba salah. Dan Tina, si kapten cheers yang terkenal centil dan sombong malah mendadak dekat dengan Gea. Hanya Abel, anggota eskul seni yang jago main biola itu yang membuat Gea bisa sedikit tertawa sejak masuk SMA Arthural.
Namun, semua itu menjadi mimpi buruk saat Gea menyadari hidup yang dijalaninya sekarang bukanlah kenyataan. Dan Gea punya tanggung jawab tak tertulis untuk meluruskan sebuah kesalahan dan menyambung kembali jalinan cinta yang dahulu terputus.


Resensi dari sebuah novel berjudul “ Finding Reality”
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Pengarang novel ini : Neni Jahar

Girl-ism


Kali ini aku akan meresensi sebuah novel yang berjudul "Girl-ism"

GIRL-ISM adalah 10 paham mengenai tata cara menjadi cewek sesungguhnya atau cewek sejati. Contohnya : Tidak mengupil di tempat umum, Tidak kentut sembarangan, Tidak bersendawa keras-keras, Harus merawat kehalusan kulit dan masih banyak contoh lainnya untuk menjadi cewek sejati.
Tina, selalu penuh bersemangat memaksa Desi mengikuti aturan aturan girl-ism itu. Begitupula Desi selalu penuh semangat menghindari ajaran-ajaran Tina.
Tidak ada yang tahu Desi terbuat dari apa dengan segala sifat yang memalukan begitupula dengan kegiatan-kegiatan Desi. Hingga akhirnyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa....... AGUNG. Desi bertemu Agung, tabrakan di tangga lalu buku buku berjatuhan, senyuman, daaaaaaaaaaan akhirnya Cinta pun datang. Oh oh so sweet.. semua berharap Desi akan berubah menjadi cewek sejati setelah bertemu agung.
Tapi apakah semudah itu? sepertinya belum tentuu....





Resensi novel terbitan Gramedia Pustaka Utama.
Pengarang novel Girl-Ism : Desi Puspitasari

Minggu, 04 November 2012

Hobby ku~



“HOBI” 4 huruf yang makna nya banyak. Kalo ngomongin soal hobi, sebenernya hobi aku banyak banget dari mulai nyanyi, dengerin music, online jejaring social, dan mungkin menari tradisional khususnya tari saman bisa dibilang salah satu hobiku.
Nyanyi.. aku suka nyanyi,  setiap hari pasti aku nyanyi. Aku paling suka nyanyi dikamar mandi karena suara nya jadi merdu gitu haha. Lagu yang paling sering aku nyanyiin itu kebanyakan lagu galau, karena lagu galau itu enak hehe, terus setiap hari aku juga suka nyanyiin lagu lagu dari one direction karena aku directioner.
Dengerin music, sebenernya sama aja sih sama tulisan aku sebelumnya. Lagu yang sering aku dengerin itu lagu lagu galau dan lagu lagu dari one direction. Mendengarkan music bisa menghilangkan kejenuhan loh.
Online, mayoritas sekarang manusia itu pasti suka online ya ngga tiap jam tiap menit pasti online. Ngga memandang umur, tua muda pasti online. Online dijejaring social aku jadi bisa tau info terbaru tentang idola aku, bisa berkomunikasi sama idola aku. Belum lama ini penyanyi yang bernama “Maddi Jane” Follow back aku loh hehe
Dan yang terakhir “Tari Saman” aku udah memulai belajar tari saman ini sejak aku kelas 6 sd tapi hanya beberapa gerakan selanjutnya aku melanjutkan untuk belajar tari saman itu di SMA aku dulu SMAN 2 Depok. Aku ikut eskul tari saman. Setelah lulus SMA aku udah ngga latihan tari saman lagi, sebenernya di gunadarma ada ukm tari tradisional saman tapi ngga ada waktu luang untuk ikutan ukm itu padahal aku masih pengen banget belajar gerakan tari saman yang lebih jauh lagi. Tapi walaupun begitu, aku masih suka nari nari saman sendiri loh dirumah hehe. Dengan mempelajari tari saman, itu bisa dikatakan telah melestarikan budaya negeri kita loh guys~

Mengapa Koperasi di Indonesia Belum Berkembang Pesat ?



Alasan Utama Mengapa koperasi di Indonesia belum berkembang pesat yaitu karena adanya permasalahan yang dihadapi oleh koperasi, permasalahan itu meliputi Permasalahan Internal dan permasalahan eksternal adalah sebagai berikut:

Permasalahan Internal:
1) Para anggota Koperasi yang kurang dalam penguasaaan ilmu pengetahuan dan teknologi ,dan kemampuan menejerial.
2) Alat perlengkapan organisasi koperasi belum sepenuhnya berfungsi dengan baik.
3) Dalam pelaksanaan usaha, koperasi masih belum sepenuhnya mampu mengembangkan kegiatan di berbagai sektor perekonomian karena belum memiliki kemampuan memanfaatkan kesempatan usaha yang tersedia.
4) Belum sepenuhnya tercipta jaringan mata rantai tata niaga yang efektif dan efisien, baik dalam pemasaran hasil produksi anggotanya maupun dalam distribusi bahan kebutuhan pokok para anggotanya.
5) Terbatasnya modal yang tersedia khususnya dalam bentuk kredit dengan persyaratan lunak untuk mengembangkan usaha.
6) Keterbatasan jumlah dan jenis sarana usaha yang dimiliki koperasi, dan kemampuan para pengelola koperasi dalam mengelola sarana usaha yang telah dimiliki.
7)  Kebanyakan pengurus koperasi telah lanjut usia sehingga kapasitasnya terbatas

Permasalahan Eksternal:
1). Bertambahnya persaingan dari badan usaha yang lain yang secara bebas memasuki bidang usaha yang sedang ditangani oleh koperasi
2). Kurang adanya keterpaduan dan konsistensi antara program pengembangan koperasi dengan program pengembangan sub-sektor lain, sehingga program pengembangan sub-sektor koperasi seolah-olah berjalan sendiri, tanpa dukungan dan partisipasi dari program pengembangan sektor lainnya.
3). Dirasakan adanya praktek dunia usaha yang mengesampingkan semangat usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan dan gotong-royong.
4). Masih adanya sebagian besar masyarakat yang belum memahami dan menghayati pentingnya berkoperasi sebagai satu pilihan untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan.
5). Tingkat harga yang selalu berubah (naik) sehingga pendapatan penjualan sekarang tidak dapat dimanfaatkan untuk meneruskan usaha, justru menciutkan usaha.
6). Sebagai organisasi yang membawa unsur pembaruan, koperasi sering membawa nilai-nilai baru yang kadang-kadang kurang sesuai dengan nilai yang dianut oleh masyarakat yang lemah dan miskin terutama yang berada di pedesaan.
7). Belum terciptanya pola dan bentuk-bentuk kerjasama yang serasi, baik antar koperasi secara horizontal dan vertikal maupun kerjasama antara koperasi dengan BUMN dan Swasta.

Alasan lainnya yaitu :
·        Kurangnya Partisipasi Anggota
·        Sosialisasi Koperasi
·        Manajemen koperasi
·        Permodalan
·        Sumber Daya Manusia
·        Kurangnya Kesadaran Masyarakat
·        “Pemanjaan Koperasi”
·        Demokrasi Ekonomi Yang Kurang

Referensi :




Bapak Koperasi Indonesia



Mohammad Hatta atau yang lebih akrab dipanggil Bung Hatta, lahir di bukittinggi pada tanggal 12 Agustus 1902. Ayahnya yang bernama Haji Mohammad Djamil, meninggal ketika bung hatta berusia 8 bulan. Karena itu bung hatta dibesarkan di lingkungan keluarga ibunya. Bung Hatta memiliki 6 saudara perempuan. Beliau adalah anak laki-laki satu-satunya. Bung Hatta sudah tertarik pada pergerakan sejak pada saat beliau duduk di MULO. Karena itu bung hatta masuk ke perkumpulan Jong Sumatranen Bond, disitu beliau berperan sebagai bendahara dank arena itu bung hatta menyadari pentingnya arti keuangan bagi hidupnya perkumpuan. Ciri khas sifat-sifat bung hatta adalah rasa tanggung jawab dan disiplin.
Bung Hatta memutuskan untuk mengambil study di Belanda dan pada tahun 1921, beliau tiba di negeri Belanda untuk belajar pada Handels Hoge School di Rotterdam. Bung Hatta mendaftar sebagai anggota Indische Vereniging. Tahun 1922, perkumpulan ini berganti nama menjadi Indonesische Vereniging, dan akhirnya perkumpulan ini berganti nama lagi menjadi Perhimpunan Indonesia.
Juli 1932, Hatta menyelesaikan studynya dibelanda dan sebulan kemudian tiba dijakarta. Reaksi Hatta yang keras terhadap sikap Soekarno sehubungan dengan penahannya oleh Pemerintah Kolonial Belanda, yang berakhir dengan pembuangan Soekarno ke Ende, Flores, terlihat pada tulisan-tulisannya di Daulat Ra’jat, yang berjudul "Soekarno Ditahan" (10 Agustus 1933), "Tragedi Soekarno" (30 Nopember 1933), dan "Sikap Pemimpin" (10 Desember 1933). Bulan Februari 1934, setelah Soekarno dibuang ke Ende, Pemerintah Kolonial Belanda mengalihkan perhatiannya kepada Partai Pendidikan Nasional Indonesia. Para pimpinan Partai Pendidikan Nasional Indonesia ditahan dan kemudian dibuang ke Boven Digoel. Seluruhnya berjumlah tujuh orang. Dari kantor Jakarta adalah Mohammad Hatta, Sutan Sjahrir, dan Bondan. Dari kantor Bandung,  Maskun Sumadiredja, Burhanuddin, Soeka, dan Murwoto. Sebelum ke Digoel, mereka dipenjara selama hampir setahun di penjara Glodok dan Cipinang, Jakarta. Di penjara Glodok, Hatta menulis buku berjudul “Krisis Ekonomi dan Kapitalisme”.
Selama menjadi Wakil Presiden, Bung Hatta tetap aktif memberikan ceramah-ceramah di berbagai lembaga pendidikan tinggi. Dia juga tetap menulis berbagai karangan dan buku-buku ilmiah di bidang ekonomi dan koperasi. Dia juga aktif membimbing gerakan koperasi untuk melaksanakan cita-cita dalam konsepsi ekonominya. anggal 12 Juli 1951, Bung Hatta mengucapkan pidato radio untuk menyambut Hari Koperasi di Indonesia. Karena besamya aktivitas Bung Hatta dalam gerakan koperasi, maka pada tanggal 17 Juli 1953 dia diangkat sebagai Bapak Koperasi Indonesia pada Kongres Koperasi Indonesia di Bandung.
Di Indonesia, Bung Hatta sendiri menganjurkan didirikannya 3 macam koperasi. Pertama, adalah koperasi konsumsi yang terutama melayani kebutuhan kaum buruh dan pegawai. Kedua, adalah koperasi produksi yang merupakan wadah kaum petani (termasuk peternak atau nelayan). Ketiga, adalah koperasi kredit yang melayani pedagang kecil dan pengusaha kecil guna memenuhi kebutuhan modal.  Menurut Bung Hatta, tujuan koperasi bukanlah mencari laba yang sebesar-besarnya, melainkan melayani kebutuhan bersama dan wadah partisipasi pelaku ekonomi skala kecil.
Bung Hatta menikah dengan Rahmi Rachim pada tanggal l8 Nopember 1945 di desa Megamendung, Bogor, Jawa Barat. Mereka mempunyai tiga orang putri, yaitu Meutia Farida, Gemala Rabi'ah, dan Halida Nuriah. wafat pada tanggal 14 Maret 1980 di Rumah Sakit Dr Tjipto Mangunkusumo, Jakarta, pada usia 77 tahun dan dikebumikan di TPU Tanah Kusir pada tanggal 15 Maret 1980.

Referensi :
www.tokohindonesia.com 
http://blog.unsri.ac.id/ditalia/bung-hatta/mengenal-bung-hatta-bapak-koperasi-indonesia/mrdetail/33397/