Minggu, 19 Oktober 2014

Pendahuluan Etika Sebagai Tinjauan

Pendahuluan
Etika Sebagai Tinjauan

Etika, apa itu etika?
Istilah “Etika” sendiri berasal dari bahasa Yunani kuno. Bentuk tunggal kata ‘etika’ yaitu ethos sedangkan bentuk jamaknya yaitu ta ethaEthos mempunyai banyak arti yaitu tempat tinggal yang biasa, padang rumput, kandang, kebiasaan/adat, akhlak, watak, perasaan, sikap, cara berpikir. Sedangkan arti ta etha yaitu adat kebiasaan.

Istilah etika menurut beberapa ahli :
·        Menurut Brooks (2007), etika adalah cabang dari filsafat yang menyelidiki penilaian normatif tentang apakah perilaku ini benar atau apa yang seharusnya dilakukan. Kebutuhan akan etika muncul dari keinginan untuk menghindari permasalahan-permasalahan di dunia nyata.
·        Kata ‘etika’ dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia yang baru (Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1988 – mengutip dari Bertens 2000), mempunyai arti :
1.      Ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral (akhlak).
2.      Kumpulan asas atau nilai yang berkenaan dengan akhlak.
3.      Nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat.

Lalu apa itu profesi?
Profesi sendiri berasal dari bahasa latin “Proffesio” yang mempunyai dua pengertian yaitu janji/ikrar dan pekerjaan. Bila artinya dibuat dalam pengertian yang lebih luas menjadi kegiatan “apa saja” dan “siapa saja” untuk memperoleh nafkah yang dilakukan dengan suatu keahlian tertentu. Sedangkan dalam arti sempit profesi berarti kegiatan yang dijalankan berdasarkan keahlian tertentu dan sekaligus dituntut daripadanya pelaksanaan norma-norma sosial dengan baik. Profesi merupakan kelompok lapangan kerja yang khusus melaksanakan kegiatan yang memerlukan ketrampilan dan keahlian tinggi guna memenuhi kebutuhan yang rumit dari manusia, di dalamnya pemakaian dengan cara yang benar akan ketrampilan dan keahlian tinggi, hanya dapat dicapai dengan dimilikinya penguasaan pengetahuan dengan ruang lingkup yang luas, mencakup sifat manusia, kecenderungan sejarah dan lingkungan hidupnya serta adanya disiplin etika yang dikembangkan dan diterapkan oleh kelompok anggota yang menyandang profesi tersebut.
Jadi apa yang dimaksud dengan etika profesi?
Etika Profesi adalah konsep etika yang ditetapkan atau disepakati pada tatanan profesi atau lingkup kerja tertentu.
contoh : pers dan jurnalistik, engineering (rekayasa), science, medis/dokter, dan sebagainya. Etika profesi Berkaitan dengan bidang pekerjaan yang telah dilakukan seseorang sehingga sangatlah perlu untuk menjaga profesi dikalangan masyarakat atau terhadap konsumen (klien atau objek). Etika profesi juga bisa diartikan sebagai sikap hidup untuk memenuhi kebutuhan pelayanan profesional dari klien dengan keterlibatan dan keahlian sebagai pelayanan dalam rangka kewajiban masyarakat sebagai keseluruhan terhadap para anggota masyarakat yang membutuhkannya dengan disertai refleksi yang seksama, (Anang Usman, SH., MSi.)
Prinsip dasar di dalam etika profesi :
1. Tanggung jawab
·        Terhadap pelaksanaan pekerjaan itu dan terhadap hasilnya.
·        Terhadap dampak dari profesi itu untuk kehidupan orang lain atau masyarakat pada umumnya.
2. Keadilan.
3. Prinsip ini menuntut kita untuk memberikan kepada siapa saja apa yang menjadi haknya.
4. Prinsip Kompetensi,melaksanakan pekerjaan sesuai jasa profesionalnya, kompetensi dan ketekunan
5. Prinsip Prilaku Profesional, berprilaku konsisten dengan reputasi profesi
6. Prinsip Kerahasiaan, menghormati kerahasiaan informasi
PRINSIP-PRINSIP ETIKA
Dalam peradaban sejarah manusia sejak abad keempat sebelum Masehi para pemikir telah mencoba menjabarkan berbagai corak landasan etika sebagai pedoman hidup bermasyarakat. Para pemikir itu telah mengidentifikasi sedikitnya terdapat ratusan macam ide agung (great ideas). Seluruh gagasan atau ide agung tersebut dapat diringkas menjadi enam prinsip yang merupakan landasan penting etika, yaitu :
1. Prinsip Keindahan
Prinsip ini mendasari segala sesuatu yang mencakup penikmatan rasa senang terhadap keindahan. Berdasarkan prinsip ini, manusia memperhatikan nilai-nilai keindahan dan ingin menampakkan sesuatu yang indah dalam perilakunya. Misalnya dalam berpakaian, penataan ruang, dan sebagainya sehingga membuatnya lebih bersemangat untuk bekerja.
2. Prinsip Persamaan
Setiap manusia pada hakikatnya memiliki hak dan tanggung jawab yang sama, sehingga muncul tuntutan terhadap persamaan hak antara laki-laki dan perempuan, persamaan ras, serta persamaan dalam berbagai bidang lainnya. Prinsip ini melandasi perilaku yang tidak diskrminatif atas dasar apapun.
3. Prinsip Kebaikan
Prinsip ini mendasari perilaku individu untuk selalu berupaya berbuat kebaikan dalam berinteraksi dengan lingkungannya. Prinsip ini biasanya berkenaan dengan nilai-nilai kemanusiaan seperti hormat- menghormati, kasih sayang, membantu orang lain, dan sebagainya. Manusia pada hakikatnya selalu ingin berbuat baik, karena dengan berbuat baik dia akan dapat diterima oleh lingkungannya. Penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan yang diberikan kepada masyarakat sesungguhnya bertujuan untuk menciptakan kebaikan bagi masyarakat.
BASIS TEORI ETIKA
1.    Etika Teleologi
dari kata Yunani,  telos = tujuan,  Mengukur baik buruknya suatu tindakan berdasarkan tujuan yang mau dicapai dengan tindakan itu, atau berdasarkan akibat yang ditimbulkan oleh tindakan itu. Dua aliran etika teleologi :
·        Egoisme Etis
·        Utilitarianisme
·        Egoisme Etis
Inti pandangan egoisme adalah bahwa tindakan dari setiap orang pada dasarnya bertujuan untuk mengejar pribadi dan memajukan dirinya sendiri. Satu-satunya tujuan tindakan moral setiap orang adalah mengejar kepentingan pribadi dan memajukan dirinya. Egoisme ini baru menjadi persoalan serius ketika ia cenderung menjadihedonistis, yaitu ketika kebahagiaan dan kepentingan pribadi diterjemahkan semata-mata sebagai kenikmatan fisik yg bersifat vulgar.

2.   Utilitarianisme
Berasal dari bahasa latin utilis yang berarti “bermanfaat”. Menurut teori ini suatu perbuatan adalah baik jika membawa manfaat, tapi manfaat itu harus menyangkut bukan saja  satu dua orang melainkan masyarakat sebagai keseluruhan. Dalam rangka pemikiran utilitarianisme, kriteria untuk menentukan baik buruknya suatu perbuatan adalah “the greatest happiness of the greatest number, kebahagiaan terbesar dari jumlah orang yang terbesar.


3.      Deontologi
Istilah deontologi berasal dari kata  Yunani ‘deon’ yang berarti kewajiban. ‘Mengapa perbuatan ini baik dan perbuatan itu harus ditolak sebagai buruk’, deontologi menjawab:‘karena perbuatan pertama menjadi kewajiban  kita dan karena perbuatan kedua dilarang’. Yang menjadi dasar baik buruknya perbuatan adalah kewajiban. Pendekatan deontologi sudah diterima dalam konteks agama, sekarang merupakan juga salah satu teori etika yang terpenting.

4.    Teori Hak
Dalam pemikiran moral dewasa ini barangkali teori hak ini adalah pendekatan yang paling banyak dipakai untuk mengevaluasi  baik buruknya  suatu perbuatan atau perilaku. Teori Hak merupakan suatu aspek  dari teori deontologi, karena berkaitan dengan kewajiban. Hak dan kewajiban bagaikan dua sisi uang logam yang sama. Hak didasarkan atas martabat manusia dan martabat semua manusia itu sama. Karena itu hak sangat cocok dengan suasana pemikiran demokratis.
.
5.   Teori Keutamaan (Virtue)
memandang  sikap atau akhlak seseorang. Tidak ditanyakan apakah suatu perbuatan tertentu adil, atau jujur, atau murah hati dan sebagainya. Keutamaan bisa didefinisikan  sebagai berikut : disposisi watak  yang telah diperoleh  seseorang dan memungkinkan  dia untuk bertingkah laku baik secara moral.
Contoh keutamaan :
a.    Kebijaksanaan
b.    Keadilan
c.    Suka bekerja keras
d.    Hidup yang baik


EGOISME
Egoisme adalah cara untuk mempertahankan dan meningkatkan pandangan yang menguntungkan bagi dirinya sendiri, dan umumnya memiliki pendapat untuk meningkatkan citra pribadi seseorang dan pentingnya - intelektual, fisik, sosial dan lainnya. Egoisme ini tidak memandang kepedulian terhadap orang lain maupun orang banyak pada umunya dan hanya memikirkan diri sendiri.
Egois ini memiliki rasa yang luar biasa dari sentralitas dari 'Aku adalah':. Kualitas pribadi mereka Egotisme berarti menempatkan diri pada inti dunia seseorang tanpa kepedulian terhadap orang lain, termasuk yang dicintai atau dianggap sebagai "dekat," dalam lain hal kecuali yang ditetapkan oleh egois itu.
Teori eogisme atau egotisme diungkapkan oleh Friedrich Wilhelm Nietche yang merupakan pengkritik keras utilitarianisme dan juga kuat menentang teori Kemoralan Sosial. Teori egoisme berprinsip bahwa setiap orang harus bersifat keakuan, yaitu melakukan sesuatu yang bertujuan memberikan manfaat kepada diri sendiri. Selain itu, setiap perbuatan yang memberikan keuntungan merupakan perbuatan yang baik dan satu perbuatan yang buruk jika merugikan diri sendiri.
Kata "egoisme" merupakan istilah yang berasal dari bahasa latin yakni ego, yang berasal dari kata Yunani kuno - yang masih digunakan dalam bahasa Yunani modern - ego (εγώ) yang berarti "diri" atau "Saya", dan-isme, digunakan untuk menunjukkan sistem kepercayaannya. Dengan demikian, istilah ini secara etimologis berhubungan sangat erat dengan egoisme filosofis.

Kesimpulannya :
Jadi di pembahasan yang pertama ini yang berjudul pendahuluan etika sebagai tinjauan kita belajar tentang Pengertian etika, Prinsip-prinsip etika, Basis teori etika, Egoism. Etika sendiri adalah tata cara berperilaku sedangkan profesi adalah keahlian yang kita punya dan dijadikan sebuah kegiatan. Jadi etika profesi adalah konsep etika yang ditetapkan atau disepakati pada tatanan profesi atau lingkup kerja tertentu.

Referensi:
Brooks, Leonard J. 2007. Etika Bisnis & Profesi, Edisi 5. Penerbit Salemba Empat











Kamis, 19 Juni 2014

Tugas Softskill Bulan Ke 4



Tugas Softskill Bulan 4

Exercise 37 : Relative Clause. Page 138

1. The last record who was produced by this company became a gold record.
2. Checking accounts which require a minimum balance are very common now.
3. The professor which you spoke yesterday is not here today.
4. John grades who are the highest in the school has received a scholarship.
5. Felipe bought a camera that has three lenses.
6. Frank is the man whose we are going to nominate for the office of treasure .
7. The doctor is with a patient whose leg was broken in an accident.
8. Jane is a woman who is going to china next year.
9. Janet wants a typewriter which self corrects.
10. This book that i found last week contains some useful information.
11. Mr Bryant whose team has lost the game looks very sad.
12. James wrote an article which indicated that he disliked the president.
14. This is the book that i have been looking for this book all year.
15. William brother who is a lawyer wants to become a judge.


Exercise 38: Relative Clause Reduction. Page 139

1. George is the man chosen to represent the committe at the convention.
2. All of the money accepted has already been released.
3. The papers on the table belong to Patricia
4. The man brought to the police station confessed to the crime.
5. The girl drinking coffee is Mary Allen
6. Johns wife a professor has written several pepers on this subjects.
7. The man talking to the policeman in my uncle.
8. The book on the top shelf is the one tha i need.
9. The number of students counted is quite high.
10. Leo Evans, a doctor eats in this restaurant everyday. 


Artikel 

Contoh Reletive clauses reduction

1. Drew van acker is the man who was chosen to marry me. 
2. Tyler Blackburn who is being a actor in “Pretty Little Liars” is my brother

1. Drew van acker is the man chosen to marry me.
2. Tyler Blackburn a actor in
“Pretty Little Liars”  is my brother.

Kamis, 15 Mei 2014

Tugas Softskill Bulan Ketiga



TUGAS SOFTSKILL BULAN 3

Causative Voice ( Hal 135 exercise 36 )

1. The Teacher made juan to leave the room.
2. Toshiko had her car repair by a mechanic.
3. Ellen got Marvin typed her paper.
4. I made jane call her friend on the telephone.
5. we got our house painted last week
6. Dr Byrd is having the students wrote a composition.
7. The Policemen made the suspect lie on the ground.
8. Mark got his transcript sent to the university.
9. Maria is getting her hair to cut tomorrow.
10. We will have to get the Dean to sign this form.
11. The teacher let Al leave the classroom.
12. Maria got Ed washed the pippets.
13. She always has her car fix by the same mechanic.
14. Gene got his book published by a subsidy publisher.
15. We have to help janet to find her keys.



Passive Voice

Soal :
1. Somebody calls the president everyday
2. John is calling the other members
3. Somebody will call Mr Walson tonight
4. The fire has caused considerate damage 
5. The teacher should buy the supplies for this class

Jawaban :
1. The President is called by somebody everyday
2. The other members is being called by John
3. Mr. Walson will be called by somebody tonight
4. Considerate damage has been caused by the fire
5. The supplies should be bought by the teacher for this class



Artikel Passive Voice 

Rumus dasar Passive Voice :

be + participle (verb 3 )

The passive voice is a grammatical construction (specifically, a "voice"). The noun or noun phrase that would be the object of an active sentence (such as Our troops defeated the enemy) appears as the subject of a sentence with passive voice (e.g. The enemy was defeated by our troops).
The subject of a sentence or clause featuring the passive voice typically denotes the recipient of the action (the patient) rather than the performer (the agent). The passive voice in English is formed periphrastically: the usual form uses the auxiliary verb be (or get) together with the past participle of the main verb.
For example, Caesar was stabbed by Brutus uses the passive voice. The subject denotes the person (Caesar) affected by the action of the verb. The agent is expressed here with the phrase by Brutus, but this can be omitted. The equivalent sentence in active voice is Brutus stabbed Caesar, in which the subject denotes the doer, or agent, Brutus. A sentence featuring the passive voice is sometimes called a passive sentence, and a verb phrase in passive voice is sometimes called a passive verb.
English allows a number of passive constructions which are not possible in many of the other languages with similar passive formation. These include promotion of an indirect object to subject (as in Tom was given a bag) and promotion of the complement of a preposition (as in Sue was operated on, leaving a stranded preposition).
Use of the English passive varies with writing style and field. Some publications' style sheets discourage use of the passive voice, while others encourage it. Although some purveyors of usage advice, including George Orwell (see Politics and the English Language, 1946) and William Strunk, Jr. and E. B. White (see The Elements of Style, 1919), discourage use of the passive in English, its usefulness is generally recognized, particularly in cases where the patient is more important than the agent, but also in some cases where it is desired to emphasize the agent.

Contoh passive voice lainnya :

  • Kalimat aktif 
1. Ian is going to kill Spencer
2. Caleb will have married with Hanna
  • Kalimat Pasif
1. Spencer is going to be killed by Ian 
2. Hanna will have been married by Caleb